Sebelum manusia mengenal namanya sebagai penguasa dunia bawah, Hades hanyalah putra Cronus dan Rhea yang lahir di tengah ketakutan para Titan. Ia adalah saudara Hestia, Demeter, Hera, Poseidon, dan Zeus. Namun sejak kelahirannya, ia mengalami nasib yang sama seperti kakak-kakaknya. Cronus menelannya karena takut salah satu anaknya akan menggulingkan dirinya.
Hades tetap berada di dalam tubuh ayahnya sampai Zeus tumbuh dewasa dan menantang Cronus. Setelah Cronus dipaksa memuntahkan anak-anaknya, Hades kembali ke dunia bersama saudara-saudaranya. Tidak lama kemudian, perang besar antara para Titan dan generasi baru dimulai.
Hades bertempur bersama Zeus dan Poseidon.
Ia bukan dewa yang banyak berbicara atau mencari perhatian, tetapi ia memiliki keteguhan yang membuatnya menjadi bagian penting dalam perjuangan mereka. Ketika para Cyclopes membuat senjata untuk membantu Zeus, Hades memperoleh sebuah benda yang sangat sesuai dengan sifatnya: helm yang dapat membuat pemakainya tidak terlihat.
Dengan helm itu, Hades bergerak tanpa diketahui musuh dan membantu saudara-saudaranya menghadapi para Titan.
Perang akhirnya dimenangkan oleh mereka.
Namun kemenangan tersebut belum menentukan siapa yang akan memerintah setiap bagian dunia.
Pembagian Dunia
Setelah para Titan dikalahkan, Zeus, Poseidon, dan Hades harus menentukan wilayah kekuasaan mereka. Mereka tidak ingin saling berperang untuk memperebutkannya, sehingga mereka melakukan undian.
Zeus memperoleh langit.
Poseidon memperoleh laut.
Hades memperoleh dunia bawah.
Bumi dan Olympus tetap menjadi wilayah yang dapat didatangi oleh ketiganya, tetapi kerajaan Hades berada jauh di bawah permukaan dunia, di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh manusia hidup.
Hades tidak memilihnya.
Ia mendapatkannya melalui undian.
Namun begitu berada di sana, ia menjalankan tugasnya dengan kesungguhan yang tidak pernah dimiliki banyak dewa lain.
Dunia bawah menjadi kerajaannya.
Dan semua manusia pada akhirnya akan datang ke sana.
Kerajaan yang Tidak Memiliki Jalan Pulang
Hades memerintah dunia bawah dengan tenang. Ia tidak mengejar manusia dan tidak mengirim pasukannya untuk menaklukkan dunia atas. Ia hanya menunggu.
Ketika seseorang mati, jiwa mereka melakukan perjalanan menuju kerajaannya. Hermes membantu membawa mereka ke batas dunia bawah, sementara Charon menyeberangkan mereka melalui sungai dengan perahunya. Di dalam kerajaan Hades terdapat sungai-sungai yang memisahkan dunia orang mati dari dunia kehidupan, termasuk Styx yang menjadi tempat sumpah para dewa.
Di sana juga terdapat Cerberus, anjing berkepala tiga yang menjaga gerbang dunia bawah.
Hades memastikan bahwa mereka yang telah mati tidak kembali dengan mudah.
Ia bukan dewa kematian itu sendiri. Thanatos menjalankan tugas kematian, sementara Hades adalah penguasa tempat para jiwa berkumpul setelah kehidupan berakhir.
Karena itu, manusia sering takut menyebut namanya.
Namun Hades tidak selalu digambarkan sebagai sosok yang kejam. Ia adalah penjaga batas yang tidak dapat dilanggar. Hidup berada di satu sisi, kematian di sisi lain, dan Hades berdiri di antara keduanya.
Ketika Hades Melihat Persephone
Suatu hari, Hades meninggalkan kerajaannya untuk melihat dunia di atas.
Di sebuah padang, ia melihat Persephone, putri Demeter dan Zeus. Persephone sedang memetik bunga bersama para gadis ketika Hades melihatnya.
Ia menginginkannya menjadi istrinya.
Hades kemudian meminta izin kepada Zeus untuk membawa Persephone ke dunia bawah. Zeus menyetujuinya, tetapi Demeter tidak mengetahui rencana tersebut.
Tidak lama kemudian, Hades muncul dari bumi dengan keretanya.
Persephone melihat sebuah bunga yang indah dan mendekatinya. Ketika ia mencoba memetiknya, tanah terbuka dan Hades muncul. Ia membawa Persephone ke dalam keretanya dan membawanya turun menuju dunia bawah.
Demeter segera menyadari bahwa putrinya telah hilang.
Ia mencari ke seluruh dunia.
Kesedihan Demeter membuat bumi berhenti menghasilkan panen, dan akhirnya para dewa terpaksa mencari jalan untuk mengembalikan Persephone.
Persephone di Dunia Bawah
Hermes akhirnya datang membawa perintah Zeus agar Persephone dikembalikan kepada ibunya.
Hades tahu bahwa waktunya bersama Persephone mungkin akan berakhir.
Namun sebelum Persephone meninggalkan dunia bawah, Hades memberinya biji delima. Persephone memakannya, dan karena ia telah mencicipi makanan dunia bawah, ia tidak dapat sepenuhnya kembali menjadi penghuni dunia atas.
Kesepakatan kemudian dibuat.
Persephone akan menghabiskan sebagian waktunya bersama Demeter dan sebagian lainnya bersama Hades.
Ketika Persephone berada di dunia atas, Demeter kembali bahagia dan bumi menjadi subur. Ketika Persephone kembali ke dunia bawah, Demeter berduka dan bumi memasuki masa dingin.
Dengan demikian, Persephone menjadi ratu dunia bawah.
Hades tidak lagi memerintah seorang diri.
Ia memiliki seorang permaisuri.
Sang Ratu Dunia Bawah
Persephone tidak sekadar menjadi istri Hades. Ia tumbuh menjadi sosok yang memiliki kekuasaan sendiri di dunia bawah.
Ia memahami kesedihan mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai karena ia sendiri pernah merasakan kehilangan. Karena itu, dalam kisah-kisah tertentu, Persephone menjadi sosok yang dapat mendengar permohonan manusia dan pahlawan yang datang ke kerajaan Hades.
Hades dan Persephone menjadi pasangan yang memerintah dunia bawah bersama.
Di dunia atas, Persephone adalah putri Demeter.
Di dunia bawah, ia adalah ratu.
Dan Hades adalah suaminya.
Para Pahlawan yang Datang
Meskipun Hades tidak sering meninggalkan kerajaannya, beberapa pahlawan akhirnya datang menemuinya.
Orpheus turun ke dunia bawah untuk mengambil kembali Eurydice. Ia memainkan musik yang begitu indah hingga Hades dan Persephone tersentuh dan mengizinkannya membawa Eurydice kembali. Namun ada satu syarat: Orpheus tidak boleh menoleh untuk melihat istrinya sampai mereka sepenuhnya keluar dari dunia bawah.
Orpheus hampir berhasil.
Namun sebelum mencapai dunia atas, ia menoleh.
Eurydice pun kembali ke dunia orang mati.
Hades juga menghadapi Heracles ketika sang pahlawan harus menangkap Cerberus sebagai salah satu tugasnya. Hades mengizinkan Heracles membawa anjing penjaga dunia bawah ke dunia atas dengan syarat bahwa Heracles dapat menaklukkannya tanpa menggunakan senjata.
Heracles berhasil.
Cerberus kemudian dikembalikan.
Bagi Hades, kedatangan para pahlawan tidak mengubah aturan kerajaannya. Mereka boleh masuk dengan izin, tetapi tidak semua orang boleh membawa apa pun yang mereka inginkan keluar.
Hades dan Dunia yang Tidak Terlihat
Berbeda dari Zeus yang menguasai langit dan Poseidon yang menguasai laut, Hades jarang mencari pengikut di dunia manusia. Kerajaannya tersembunyi dan tidak mudah dicapai.
Namun pengaruhnya ada di setiap kehidupan.
Manusia hidup dengan mengetahui bahwa suatu hari mereka akan meninggalkan dunia.
Para raja mati.
Para pahlawan mati.
Orang biasa mati.
Dan ketika kehidupan mereka berakhir, perjalanan mereka akan membawa mereka ke tempat yang berada di bawah kekuasaan Hades.
Ia tidak mengejar mereka.
Ia hanya menunggu.
Karena tidak ada manusia yang dapat menghindari perjalanan itu selamanya.
Di Istana yang Sunyi
Jauh di bawah bumi, Hades duduk di takhtanya bersama Persephone. Tidak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam kerajaannya, tetapi istana itu tidak pernah benar-benar kosong. Sungai-sungai dunia bawah terus mengalir, jiwa-jiwa datang dan pergi menuju tempat mereka masing-masing, dan Cerberus tetap menjaga gerbang.
Hades memandang kerajaannya tanpa banyak bicara.
Di atas sana, Zeus masih memerintah langit.
Poseidon masih menguasai laut.
Demeter masih menjaga bumi.
Namun pada akhirnya, semua jalan kehidupan akan menuju ke tempat yang sama.
Dunia bawah.
Hades berdiri dari takhtanya dan berjalan menuju gerbang kerajaan. Di sampingnya, Persephone ikut melangkah.
Di kejauhan, suara sungai Styx terdengar mengalir dalam kegelapan.
Hades memandang ke arah gerbang tempat jiwa-jiwa baru akan datang.
Ia tidak tersenyum.
Ia juga tidak marah.
Ia hanya menunggu.
Karena selama manusia masih hidup di dunia atas, kerajaan Hades akan selalu menunggu mereka di bawah.
