Iris — Dewi Pelangi dan Utusan Para Dewa

  •  
Iris — Dewi Pelangi dan Utusan Para Dewa

Iris — Dewi Pelangi dan Utusan Para Dewa

Di antara langit dan laut, ada satu tempat yang tidak dapat disentuh manusia.

Tempat itu hanya muncul ketika cahaya bertemu hujan.

Di sanalah Iris memiliki jalannya sendiri.

Iris adalah putri Thaumas, dewa laut tua, dan Electra, salah satu dari Pleiades. Dari pihak ayahnya, ia mewarisi hubungan dengan laut dan kekuatan dunia purba. Dari ibunya, ia membawa darah Atlas dan Pleione.

Ia memiliki saudara-saudari yang tidak biasa.

Arke, yang kelak juga menjadi pembawa pesan bagi para dewa, serta para Harpy—Aello, Ocypete, dan Celaeno—makhluk bersayap yang membawa angin dan badai.

Namun Iris berbeda dari mereka.

Ia tidak membawa kehancuran.

Ia membawa pesan.

Jalan yang Dibuat Cahaya

Iris dapat bergerak dengan cepat antara langit, bumi, dan laut.

Ketika para dewa membutuhkan seseorang untuk menyampaikan kehendak mereka, Iris dapat melakukan perjalanan tanpa terhalang oleh jarak.

Ia tidak membutuhkan kereta.

Tidak membutuhkan pasukan.

Ia hanya muncul di antara awan, lalu bergerak menuju tempat yang dituju.

Pelangi menjadi jalannya.

Setiap kali hujan turun sementara matahari masih bersinar, manusia dapat melihat jejak perjalanan Iris di langit.

Namun tugasnya bukan hanya membawa pesan.

Iris juga menjadi penghubung antara para dewa dan manusia, serta antara dunia atas dan dunia bawah.

Karena itu, kehadirannya sering muncul ketika sesuatu yang penting harus disampaikan.

Utusan Hera

Di Olympus, Iris terutama dikenal sebagai utusan Hera.

Sang ratu para dewa mempercayakan berbagai tugas kepadanya.

Iris tidak hanya membawa kata-kata Hera, tetapi juga menjalankan perintahnya dengan cepat dan tanpa ragu.

Ia bergerak dari Olympus menuju bumi, dari bumi menuju laut, dan kembali lagi sebelum para dewa sempat menunggu terlalu lama.

Namun Iris bukan sekadar pelayan yang membawa pesan.

Ia adalah dewi yang memiliki tempatnya sendiri di antara kekuatan-kekuatan Olympus.

Ia menjadi lambang hubungan antara langit dan bumi.

Antara sesuatu yang jauh dan sesuatu yang dekat.

Antara kehendak para dewa dan mereka yang harus mendengarnya.

Iris dan Dunia Manusia

Manusia mengenal Iris melalui sesuatu yang dapat mereka lihat tetapi tidak dapat mereka sentuh.

Pelangi.

Ketika hujan berhenti dan cahaya matahari menembus awan, warna-warni muncul di langit.

Bagi manusia, itu adalah keindahan alam.

Namun bagi para dewa, itu adalah jejak perjalanan Iris.

Ia telah melewati langit.

Membawa pesan.

Menyampaikan kehendak.

Kemudian menghilang sebelum manusia sempat mendekatinya.

Karena itulah Iris tidak memiliki sifat seperti dewa-dewa yang turun ke bumi untuk bertarung atau menguasai kerajaan manusia.

Kekuatan Iris adalah gerakannya.

Ia dapat pergi ke mana pun pesan harus dibawa.

Iris dan Harpy

Keluarga Iris tidak selalu hidup dalam keharmonisan.

Saudari-saudarinya, para Harpy, dikenal sebagai makhluk bersayap yang membawa badai dan mengambil makanan manusia. Mereka sering muncul dalam kisah para pahlawan sebagai makhluk yang mengganggu dan menakutkan.

Iris berbeda.

Sayap yang dimilikinya tidak membawanya menuju kehancuran.

Ia menggunakannya untuk menjalankan tugas.

Karena itu, dua sisi keluarga Thaumas seakan terbagi.

Para Harpy membawa kekacauan angin.

Iris membawa pesan.

Namun semuanya tetap berasal dari keluarga yang sama.

Ketika Para Dewa Membutuhkan Pesan

Suatu hari, ketika para dewa sedang berkumpul di Olympus, Iris dipanggil.

Sebuah pesan harus segera disampaikan.

Ia tidak bertanya mengapa.

Ia tidak membutuhkan waktu untuk bersiap.

Iris berdiri, kemudian bergerak meninggalkan Olympus.

Tubuhnya melintasi awan.

Ia turun menuju bumi.

Di bawahnya, pegunungan terlihat kecil.

Laut terbentang luas.

Kemudian hujan turun.

Cahaya matahari masih menembus awan.

Sebuah pelangi muncul di antara langit dan bumi.

Iris terus bergerak melewatinya.

Pesan para dewa telah menemukan jalannya.

Iris dan Styx

Ada satu tugas yang membuat kedudukan Iris semakin penting di antara para dewa.

Ketika para dewa mengucapkan sumpah paling sakral, mereka bersumpah demi air Sungai Styx.

Sumpah tersebut tidak boleh dilanggar.

Iris memiliki peran dalam membawa air Styx ketika para dewa hendak bersumpah.

Ia dapat pergi ke sungai suci itu dan mengambil airnya untuk dibawa ke Olympus.

Karena itu, Iris tidak hanya menjadi pembawa kata-kata.

Ia juga menjadi bagian dari ritual yang menjaga sumpah para dewa.

Ketika air Styx dibawa ke hadapan mereka, tidak ada dewa yang berani menganggap sumpah tersebut sebagai sesuatu yang ringan.

Iris memastikan air suci itu sampai kepada mereka yang membutuhkannya.

Di Antara Olympus dan Bumi

Iris tidak memiliki kerajaan seperti Poseidon.

Tidak memiliki wilayah kematian seperti Hades.

Tidak menguasai perang seperti Ares.

Ia memiliki sesuatu yang berbeda.

Jalan.

Selama ada tempat yang harus dihubungkan, Iris dapat melewatinya.

Ia membawa pesan dari Zeus kepada manusia.

Membawa kehendak Hera kepada para dewa lain.

Membawa air Styx menuju Olympus.

Dan setiap kali tugasnya selesai, ia kembali menghilang ke langit.

Tidak banyak yang dapat menahannya.

Tidak banyak yang dapat mengejarnya.

Karena Iris tidak tinggal di satu tempat.

Ia adalah perjalanan itu sendiri.

Pelangi di Langit

Suatu sore, hujan turun di atas pegunungan.

Tidak lama kemudian, matahari muncul dari balik awan.

Cahaya menembus tetesan air.

Sebuah pelangi terbentang dari bumi menuju langit.

Iris sedang kembali dari sebuah perjalanan.

Ia tidak berhenti.

Ia melewati langit dengan cepat, membawa pesan yang harus segera sampai.

Di bawahnya, manusia mengangkat wajah.

Mereka melihat warna-warni yang membentang di atas dunia.

Mereka tidak tahu bahwa seorang dewi sedang melintas di sana.

Tidak tahu bahwa pelangi itu adalah jalan yang menghubungkan tempat-tempat yang jauh.

Iris terus bergerak.

Gunung-gunung dilewatinya.

Laut terbentang di bawahnya.

Olympus menunggu di kejauhan.

Dan ketika warna-warni itu perlahan memudar dari langit, Iris telah kembali ke tempat para dewa, siap menerima pesan berikutnya yang harus dibawa ke ujung dunia.

Last update
Add Comment