Jauh di barat, melewati negeri-negeri yang telah dikenal manusia, terdapat sebuah taman yang tersembunyi dari dunia.
Di sana tumbuh sebuah pohon yang buahnya berwarna emas.
Apel-apel itu bukan buah biasa. Gaia pernah memberikannya kepada Hera sebagai hadiah ketika sang dewi menikah dengan Zeus. Hera menyimpannya sebagai harta dan menempatkannya di sebuah taman yang berada jauh dari Olympus.
Untuk menjaga taman itu, Hera mempercayakan tugas kepada tiga putri yang dikenal sebagai Hesperides.
Mereka adalah Aegle, Erytheia, dan Hesperia.
Ketiganya dikenal sebagai putri senja, karena mereka tinggal di tempat matahari menghilang di ujung barat setiap hari.
Tugas mereka sederhana.
Menjaga pohon apel emas.
Tidak membiarkan siapa pun mengambil buahnya.
Namun Hera mengetahui bahwa tiga perempuan saja mungkin tidak cukup untuk menjaga harta yang sangat berharga itu.
Maka seekor naga ditempatkan bersama mereka.
Namanya Ladon.
Para Putri Senja
Aegle, Erytheia, dan Hesperia hidup di dalam taman yang tidak seperti tempat lain di dunia.
Tidak ada pasar.
Tidak ada istana manusia.
Tidak ada keramaian.
Hanya pepohonan, cahaya senja, dan buah-buah emas yang tergantung di dahan.
Setiap hari mereka menjaga taman.
Mereka berjalan di antara pohon-pohon dan memastikan tidak ada orang asing yang mendekat.
Ladon menjaga pohon itu dari sisi lain.
Tubuhnya melingkar di sekitar batang dan kepalanya selalu terangkat, seolah tidak pernah tertidur.
Para Hesperides tidak perlu berperang.
Mereka hanya perlu memastikan tidak ada yang berhasil mencapai buah emas.
Selama bertahun-tahun, tugas itu berjalan tanpa gangguan.
Sampai seorang pahlawan datang.
Kedatangan Heracles
Heracles menerima salah satu tugas paling sulit dalam hidupnya.
Ia harus membawa apel emas dari taman Hera.
Tidak ada jalan mudah menuju tempat tersebut.
Heracles harus mencari lokasinya terlebih dahulu dan melakukan perjalanan jauh menuju ujung dunia.
Ketika akhirnya sampai, ia menemukan taman yang selama ini tersembunyi.
Para Hesperides melihatnya.
Ladon juga melihatnya.
Pahlawan itu datang bukan untuk mengagumi taman.
Ia datang untuk mengambil sesuatu yang menjadi tanggung jawab mereka.
Para Hesperides tidak dapat membiarkannya begitu saja.
Mereka harus menjaga tugas yang telah diberikan Hera.
Taman yang Dipertahankan
Heracles mencari cara untuk mendapatkan apel tersebut.
Ia tidak dapat begitu saja masuk dan mengambil buahnya.
Ladon menjaga pohon dengan ketat.
Para Hesperides juga berada di sana.
Namun Heracles tidak selalu menyelesaikan masalah dengan kekuatan.
Ia mengetahui bahwa jalan menuju apel emas tidak hanya bergantung pada pertempuran.
Dalam perjalanan itu, Heracles akhirnya memperoleh bantuan dari Atlas.
Titan yang menjadi ayah para Hesperides mengetahui taman tersebut dan dapat mengambil apel karena ia memiliki hubungan dengan dunia tempat taman itu berada.
Heracles meminta Atlas membantunya.
Atlas pergi menuju taman.
Para Hesperides menyerahkan apel emas kepadanya.
Ketika Atlas kembali membawa buah-buah tersebut, Heracles menghadapi masalah baru.
Atlas tidak ingin kembali memikul langit.
Ia telah menemukan seseorang yang dapat menggantikan bebannya.
Untuk sesaat, Heracles harus menanggung langit di pundaknya.
Namun Heracles kemudian menggunakan kecerdikannya.
Ia meminta Atlas memegang langit sebentar agar ia dapat mengatur posisi bebannya.
Atlas mengambil kembali beban itu.
Dan Heracles pergi membawa apel emas.
Buah yang Kembali
Tugas Heracles akhirnya selesai.
Namun apel emas itu tidak menjadi miliknya.
Buah-buah tersebut akhirnya dikembalikan kepada Hera.
Pohon emas kembali menjadi bagian dari taman.
Para Hesperides tetap berada di sana.
Ladon telah menjalankan tugasnya sampai akhir.
Taman itu kembali sunyi.
Seolah kedatangan Heracles hanya sebuah gangguan singkat dalam kehidupan panjang para putri senja.
Namun mereka tidak akan melupakan manusia yang berhasil mencapai tempat yang selama ini mereka jaga.
Putri-Putri Malam
Asal-usul Hesperides sendiri berhubungan dengan dunia tua.
Mereka dikenal sebagai putri-putri yang berkaitan dengan malam dan senja, dan garis keturunan mereka sering ditempatkan dekat dengan makhluk-makhluk purba seperti Nyx.
Namun dalam kisah mereka, yang paling penting bukanlah siapa ayah atau ibu mereka.
Yang paling penting adalah tempat mereka.
Taman Hesperides.
Di sana mereka menjadi penjaga sesuatu yang diberikan Gaia kepada Hera.
Karena itu, nama mereka selalu terhubung dengan apel emas.
Mereka bukan pemilik taman.
Mereka adalah penjaganya.
Setelah Ladon Pergi
Ladon akhirnya mati dalam kisah Heracles.
Naga yang selama bertahun-tahun menjaga pohon itu telah jatuh.
Namun para Hesperides tetap tinggal.
Taman itu menjadi lebih sunyi tanpa suara tubuh naga yang bergerak di antara pepohonan.
Aegle, Erytheia, dan Hesperia masih menjalankan tugas mereka.
Mereka melihat pohon yang pernah dijaga bersama Ladon.
Mereka melihat dahan-dahan yang masih menghasilkan buah emas.
Dan meskipun penjaga mereka telah pergi, taman itu tetap berdiri.
Ladon kemudian ditempatkan di langit sebagai rasi Draco.
Para Hesperides tetap di bumi.
Satu penjaga berada di antara bintang-bintang.
Tiga penjaga tetap berada di taman.
Di Ujung Senja
Hari mulai berakhir.
Matahari turun menuju laut di sebelah barat.
Cahaya keemasan menyelimuti taman.
Aegle berjalan di antara pepohonan.
Erytheia memeriksa dahan-dahan yang rendah.
Hesperia berdiri di dekat pohon yang pernah dijaga Ladon.
Apel-apel emas kembali bergantung di sana.
Tidak ada Heracles.
Tidak ada Atlas.
Tidak ada suara langkah manusia.
Hanya angin yang bergerak melewati daun-daun.
Di atas taman, langit perlahan berubah gelap.
Ketiga Hesperides tetap berada di tempatnya.
Mereka telah kehilangan penjaga naga mereka, tetapi tugas mereka belum berakhir.
Jauh di atas sana, Draco mulai terlihat di antara bintang-bintang.
Ladon masih mengawasi dari langit.
Di bawahnya, para putri senja kembali berjalan mengelilingi taman.
Mereka tidak berbicara.
Tidak perlu.
Mereka tahu apa yang harus dilakukan.
Menjaga pohon.
Menjaga buah emas.
Menjaga taman sampai senja berikutnya datang.
Dan ketika cahaya terakhir matahari menghilang di balik laut, tiga sosok itu berdiri di antara pepohonan emas, sementara bayangan naga di langit seakan masih membentang di atas mereka.
