Jauh di sebelah barat, di tempat matahari perlahan tenggelam di balik laut, terdapat sebuah taman yang tidak boleh dimasuki sembarang makhluk.
Di sanalah pohon apel emas tumbuh.
Buah-buahnya diberikan Gaia kepada Hera sebagai hadiah pernikahan ketika sang dewi menikah dengan Zeus. Hera kemudian mempercayakan pohon itu kepada para Hesperides, putri-putri malam yang menjaga taman tersebut.
Namun para Hesperides tidak menjaganya seorang diri.
Seekor naga ditempatkan di sana sebagai penjaga.
Namanya Ladon.
Tubuhnya besar dan panjang, sisiknya keras, dan matanya tidak pernah benar-benar terpejam. Ia melingkar di sekitar pohon apel emas dan memastikan tidak ada tangan yang menyentuh buah-buah yang menjadi milik Hera.
Ladon tidak membutuhkan kerajaan.
Tugasnya adalah menjaga.
Dan selama ia masih hidup, tidak seorang pun dapat mengambil apel emas itu dengan mudah.
Anak dari Dunia Tua
Ladon berasal dari garis keturunan makhluk-makhluk purba.
Ia sering disebut sebagai anak Phorcys dan Ceto, keluarga yang juga melahirkan Graeae, Gorgon, dan berbagai makhluk yang hidup jauh dari dunia para Olympian.
Karena itu, Ladon bukan naga biasa.
Ia membawa darah dunia tua di dalam tubuhnya.
Tidak ada yang mengajarinya untuk menjaga taman Hera.
Ia memang diciptakan untuk menjadi penjaga.
Hari demi hari, ia tetap berada di sana, di antara pepohonan emas dan taman yang dijaga para Hesperides.
Ia tidak mengenal kota.
Tidak mengenal kerajaan.
Tidak mengenal kehidupan manusia.
Dunianya hanyalah taman itu.
Dan pohon emas yang harus dijaganya.
Pohon Milik Hera
Apel-apel emas tersebut bukan sekadar buah.
Mereka adalah harta milik Hera.
Karena itu, sang dewi tidak mengizinkan siapa pun mengambilnya.
Para Hesperides menjaga taman dari dalam, sementara Ladon menjaga pohon tersebut dari siapa pun yang mencoba mendekat.
Bagi Ladon, tidak ada perbedaan antara seorang pencuri dan seorang pahlawan.
Siapa pun yang datang untuk mengambil apel harus dihentikan.
Ia tidak bertanya mengapa.
Ia tidak peduli siapa yang mengirim mereka.
Tugasnya hanya satu.
Menjaga.
Pahlawan yang Datang dari Timur
Kemudian seorang manusia datang menuju taman itu.
Namanya Heracles.
Ia sedang menjalankan tugas yang diberikan Eurystheus, dan salah satu tugas yang paling sulit membawanya menuju taman tempat apel emas Hera disimpan.
Heracles harus menemukan taman itu terlebih dahulu.
Perjalanannya membawanya melewati negeri-negeri yang jauh dan menghadapi berbagai bahaya.
Namun ia akhirnya menemukan jalan menuju tempat yang selama ini dijaga Ladon.
Di hadapannya berdiri taman para Hesperides.
Dan di antara pepohonan emas, Ladon menunggu.
Pertemuan Terakhir
Heracles tidak datang untuk berperang demi kejayaan.
Ia datang untuk menyelesaikan tugas.
Namun bagi Ladon, kedatangan seorang manusia berarti ancaman terhadap taman.
Naga itu menyerang.
Tubuhnya bergerak melingkar di antara pohon-pohon. Kepalanya terangkat, taringnya terbuka, dan suara desisnya menggema di seluruh taman.
Heracles menghadapi penjaga tersebut.
Pertarungan berlangsung sengit.
Pada akhirnya, Heracles berhasil membunuh Ladon.
Tubuh naga itu jatuh di dekat pohon yang selama ini dijaganya.
Tugas yang selama bertahun-tahun tidak pernah gagal dilakukan Ladon akhirnya berakhir pada kedatangan seorang pahlawan.
Namun kematian Ladon tidak berarti bahwa tugasnya sia-sia.
Ia telah menjaga taman itu sampai akhir.
Ia tidak meninggalkan tempatnya.
Ia tidak melarikan diri.
Ia mati sebagai penjaga.
Apel Emas
Setelah Ladon mati, Heracles dapat mencapai pohon apel emas.
Namun apel itu tidak langsung berpindah ke tangannya.
Heracles harus menyelesaikan bagian lain dari tugasnya.
Akhirnya apel-apel emas itu berhasil dibawa keluar dari taman.
Untuk pertama kalinya, pohon yang selama ini dijaga Ladon kehilangan buah-buahnya.
Penjaga yang telah mengawasinya sepanjang hidup telah tiada.
Namun kisah Ladon belum sepenuhnya berakhir.
Naga di Langit
Ketika Ladon mati, kisahnya tidak hilang begitu saja.
Ia kemudian ditempatkan di langit sebagai Draco, rasi naga yang membentang di antara bintang-bintang.
Dengan demikian, penjaga yang dahulu melingkari pohon apel emas kini mendapat tempat di atas dunia yang pernah ia jaga.
Dari bumi, manusia dapat melihat bentuk naga itu di langit malam.
Ladon tidak lagi menjaga taman Hera.
Tidak lagi mengawasi buah emas.
Namun ia tetap berada di sana sebagai naga yang tidak pernah benar-benar meninggalkan tugasnya.
Penjaga yang Tidak Memilih Takdirnya
Ladon tidak pernah meminta menjadi penjaga taman Hera.
Ia tidak memilih dilahirkan sebagai naga.
Ia tidak memilih untuk menghadapi Heracles.
Ia hanya menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.
Bagi manusia, ia adalah monster yang menghalangi seorang pahlawan.
Bagi Hera, ia adalah penjaga yang melindungi miliknya.
Bagi dirinya sendiri, mungkin tidak ada perbedaan di antara keduanya.
Ada sebuah taman.
Ada pohon emas.
Dan ada sesuatu yang harus dijaga.
Sampai akhirnya seorang pahlawan datang dan takdir memaksanya berhenti.
Di Atas Taman yang Sunyi
Malam turun di ujung dunia.
Pohon-pohon apel emas berdiri dalam kesunyian. Para Hesperides tidak lagi mendengar suara tubuh besar Ladon bergerak di antara akar dan batang.
Penjaga mereka telah pergi.
Namun jauh di atas sana, sebuah bentuk panjang terlihat di antara bintang-bintang.
Draco.
Ladon.
Naga yang pernah melingkari pohon apel emas.
Ia tidak lagi memiliki tubuh untuk menjaga taman.
Tidak lagi memiliki mata untuk mengawasi siapa pun yang mendekat.
Tetapi langit memberinya tempat yang baru.
Di sana, ia tetap menjadi naga.
Tetap menghadap dunia.
Tetap terjaga dalam kegelapan.
Dan setiap kali manusia melihat rasi Draco membentang di langit malam, mereka sedang memandang bayangan seorang penjaga tua yang pernah berdiri di ujung dunia, menjaga emas para Hesperides sampai hari terakhir hidupnya.
