Jauh sebelum Perseus mendengar nama Medusa, tiga saudari telah hidup di ujung dunia yang jarang disentuh manusia.
Mereka adalah Stheno, Euryale, dan Medusa, putri Phorcys dan Ceto.
Mereka berasal dari keluarga makhluk-makhluk tua yang hidup di luar tatanan Olympus. Saudari mereka, Graeae, telah lebih dahulu menjalani kehidupan yang aneh sebagai tiga perempuan tua yang berbagi satu mata dan satu gigi.
Namun para Gorgon memiliki sifat yang jauh lebih mengerikan.
Rambut mereka dipenuhi ular. Taring tajam tumbuh dari mulut mereka, dan tatapan mereka memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia mana pun.
Siapa pun yang menatap mata mereka dapat berubah menjadi batu.
Stheno dan Euryale adalah makhluk abadi.
Medusa tidak.
Dan perbedaan kecil itulah yang akhirnya menentukan nasib ketiganya.
Tiga Saudari di Ujung Dunia
Stheno adalah yang tertua.
Ia dikenal sebagai Gorgon yang kuat dan kejam. Euryale juga memiliki kekuatan yang sama, dan keduanya hidup bersama Medusa di tempat terpencil yang jauh dari manusia.
Medusa berbeda dari kedua saudarinya.
Ia adalah satu-satunya Gorgon yang dapat mati.
Namun pada awalnya, Medusa tidak berbeda seperti itu.
Ia pernah menjadi seorang perempuan yang dikenal karena kecantikannya.
Ia bukan monster yang sejak lahir ditakuti manusia.
Nasibnya berubah setelah ia berhubungan dengan Poseidon di kuil Athena.
Kemarahan Athena
Poseidon tertarik kepada Medusa.
Pertemuan mereka terjadi di kuil Athena.
Bagi sang dewi, tempat suci itu telah dinodai.
Athena kemudian menghukum Medusa.
Rambutnya berubah menjadi ular.
Wajahnya menjadi mengerikan.
Dan tatapannya memperoleh kekuatan yang membuat siapa pun yang memandangnya berubah menjadi batu.
Medusa tidak lagi dapat hidup seperti manusia.
Ia pergi meninggalkan dunia manusia dan bergabung dengan kedua saudarinya.
Stheno dan Euryale menerimanya.
Sejak saat itu, ketiganya hidup sebagai Gorgon.
Mereka menjadi makhluk yang membuat manusia takut bahkan hanya dengan mendengar namanya.
Namun Medusa menyimpan sesuatu yang tidak dimiliki kedua saudarinya.
Ia masih dapat mati.
Perseus
Bertahun-tahun kemudian, seorang pemuda bernama Perseus menerima tugas yang hampir mustahil.
Ia harus membawa kepala Medusa.
Perseus tidak datang dengan kekuatan yang dapat menandingi Gorgon.
Ia datang dengan bantuan para dewa.
Athena memberinya perlindungan dan mengajarinya cara menghadapi Medusa tanpa menatap langsung wajahnya. Hermes juga membantu Perseus mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkannya.
Perseus kemudian mencari Graeae.
Tiga saudari tua itu mengetahui tempat para Gorgon berada.
Perseus mengambil mata mereka ketika sedang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya dan memaksa mereka memberikan petunjuk.
Setelah mengetahui jalan yang harus ditempuh, ia pergi.
Kini ia tahu tempat persembunyian para Gorgon.
Ketika Perseus Tiba
Perseus menemukan ketiga Gorgon sedang tertidur.
Stheno.
Euryale.
Medusa.
Ia tahu bahwa satu kesalahan akan membuatnya mati.
Maka ia tidak melihat langsung ke arah mereka.
Athena telah memberinya perisai yang permukaannya berkilau seperti cermin.
Melalui pantulan itu, Perseus dapat melihat posisi Medusa tanpa menatap wajahnya.
Ia mendekat perlahan.
Medusa masih tertidur.
Pedang terangkat.
Kemudian Perseus menebas.
Kepala Medusa terpisah dari tubuhnya.
Darah mengalir dari leher sang Gorgon.
Pada saat yang sama, dari tubuh Medusa muncul dua makhluk yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya.
Pegasus, kuda bersayap.
Dan Chrysaor, seorang pejuang yang membawa pedang emas.
Keduanya lahir dari hubungan Medusa dengan Poseidon.
Perseus segera mengambil kepala Medusa.
Saudari yang Terbangun
Stheno dan Euryale terbangun.
Mereka melihat Medusa telah mati.
Keduanya mengejar Perseus.
Namun Perseus memiliki perlengkapan yang memungkinkan dirinya menghilang dari pandangan.
Ia melarikan diri.
Stheno dan Euryale tidak dapat menangkapnya.
Perseus membawa kepala Medusa meninggalkan tempat itu.
Medusa telah mati.
Namun kisahnya baru saja dimulai.
Kepala Medusa
Perseus membawa kepala Medusa dalam perjalanannya.
Meskipun Medusa telah mati, kekuatan matanya belum hilang.
Siapa pun yang menatap kepala itu masih dapat berubah menjadi batu.
Perseus menggunakan kekuatan tersebut ketika menghadapi musuh-musuhnya.
Pada akhirnya, ia menyerahkan kepala Medusa kepada Athena.
Sang dewi kemudian menempatkan kepala Gorgon pada Aegis, perlindungan sakral miliknya.
Sejak saat itu, wajah Medusa menjadi salah satu lambang kekuatan Athena.
Seorang perempuan yang pernah menjadi manusia kini menjadi senjata dewi yang pernah menghukumnya.
Stheno dan Euryale
Sementara itu, Stheno dan Euryale tetap hidup.
Mereka tidak dapat mengejar Perseus.
Namun mereka tidak pernah berhenti menjadi Gorgon.
Keduanya tetap berada di dunia yang jauh dari manusia, membawa ingatan tentang saudari mereka yang telah mati.
Medusa menjadi nama yang paling terkenal.
Namun Stheno dan Euryale adalah Gorgon yang tetap hidup setelah kematian saudari mereka.
Mereka membawa kesedihan dan kemarahan yang tidak pernah diketahui manusia.
Warisan Para Gorgon
Kisah Medusa kemudian menyebar ke seluruh dunia Yunani.
Para pahlawan mengenal namanya.
Para prajurit menggunakan wajahnya sebagai perlindungan.
Para dewa mengingat kekuatan tatapannya.
Namun di balik semua itu terdapat tiga saudari.
Stheno.
Euryale.
Medusa.
Mereka lahir dari Phorcys dan Ceto dan menjadi salah satu keluarga makhluk paling menakutkan dalam dunia Yunani.
Medusa telah mati.
Tetapi kematiannya tidak menghapus para Gorgon.
Stheno dan Euryale tetap ada.
Dan nama Gorgon tetap menjadi sesuatu yang membuat manusia berpikir dua kali sebelum memasuki tempat-tempat yang tidak mereka kenal.
Di Ujung Dunia
Jauh dari kota-kota manusia, tempat para Gorgon pernah tinggal kembali sunyi.
Medusa tidak lagi berada di sana.
Tubuhnya telah lenyap.
Kepalanya telah menjadi bagian dari Aegis Athena.
Namun dua saudarinya masih hidup di tempat yang jauh dari mata manusia.
Stheno berdiri dalam kegelapan.
Euryale berada di sampingnya.
Tidak ada lagi tiga saudari.
Hanya dua.
Mereka memandang ke dunia yang telah mengambil Medusa dari mereka.
Di kejauhan, angin bergerak melewati batu-batu tua.
Dan jauh di atas sana, para dewa Olympus tetap mengawasi dunia.
Kisah Medusa telah menjadi legenda.
Namun bagi Stheno dan Euryale, ia bukan sekadar legenda.
Ia adalah saudari mereka.
Dan selama kedua Gorgon itu masih hidup di ujung dunia, kisah para Gorgon belum benar-benar berakhir.
