Jauh sebelum namanya bersinar di langit malam, Taygete hidup di antara pegunungan bersama enam saudarinya. Ia adalah putri Atlas dan Pleione, salah satu dari tujuh Pleiades yang kelak dikenal sebagai Maia, Electra, Alcyone, Celaeno, Sterope, Merope, dan Taygete.
Ayahnya, Atlas, adalah Titan yang memikul langit di atas pundaknya. Namun Taygete tidak mewarisi keinginan untuk berkuasa. Ia justru menemukan kebahagiaan di tempat-tempat yang jauh dari istana para dewa. Hutan, lereng gunung, dan suara binatang liar menjadi bagian dari kehidupannya.
Di antara para dewi, Taygete kemudian menjadi salah satu pendamping Artemis. Sang dewi perburuan menyukai keberanian dan kebebasan Taygete. Mereka sering berada di pegunungan bersama para nimfa, berburu dan menjelajahi wilayah-wilayah liar yang jauh dari Olympus.
Taygete merasa aman di sana.
Ia mengira tidak ada yang dapat mengusik kehidupannya selama ia berada di bawah perlindungan Artemis.
Namun kemudian Zeus melihatnya.
Ketika Zeus Mengejar Taygete
Zeus telah menjadi penguasa Olympus dan terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya. Ketika perhatiannya tertuju kepada Taygete, sang Pleiad tidak menyambutnya dengan kegembiraan.
Ia mengetahui bahwa perhatian seorang penguasa seperti Zeus dapat mengubah seluruh kehidupannya.
Taygete melarikan diri.
Ia berlari melewati hutan, meninggalkan tempat-tempat yang biasanya menjadi wilayah perburuannya. Zeus terus mengejarnya, membuat Taygete semakin takut bahwa bahkan perlindungan Artemis tidak akan cukup untuk menyembunyikannya.
Akhirnya Taygete memohon kepada Artemis.
Sang dewi tidak membiarkan pendampingnya menghadapi pengejaran itu seorang diri. Artemis menggunakan kekuatannya untuk menyembunyikan Taygete dari Zeus dengan mengubahnya menjadi seekor rusa.
Dalam wujud itu, Taygete dapat berlari melewati hutan dan menghilang dari pandangan sang penguasa langit.
Pengejaran berakhir.
Zeus tidak mendapatkannya pada saat itu.
Dan Taygete akhirnya dapat kembali menjadi dirinya sendiri.
Namun jalan hidupnya dengan Zeus belum selesai.
Rusa yang Dipersembahkan kepada Artemis
Setelah kembali ke wujudnya, Taygete tidak melupakan pertolongan Artemis.
Sebagai penghormatan kepada sang dewi, ia mempersembahkan seekor rusa istimewa kepada Artemis. Rusa itu bukan hewan biasa. Ia memiliki tanduk emas dan kaki yang kuat, dan kemudian dikenal sebagai Rusa Keryneia.
Artemis menerima persembahan tersebut dan menjadikan rusa itu sebagai salah satu hewan sucinya.
Rusa Keryneia kemudian hidup bebas di wilayah Keryneia, berada di bawah perlindungan Artemis. Tidak seorang pun dapat menangkapnya dengan mudah, karena hewan itu memiliki kecepatan luar biasa dan selalu berada dalam naungan sang dewi.
Bagi Taygete, rusa itu menjadi kenangan tentang masa ketika Artemis menyelamatkannya.
Ia pernah menjadi rusa untuk melarikan diri dari Zeus.
Kini ia telah memberikan seekor rusa kepada Artemis sebagai tanda terima kasih.
Namun Taygete tidak mengetahui bahwa hewan suci itu kelak akan menjadi bagian dari kisah seorang pahlawan yang namanya akan mengguncang dunia Yunani.
Untuk saat ini, rusa itu tetap berlari bebas di antara hutan Keryneia.
Putra dari Zeus
Setelah peristiwa itu, jalan Taygete kembali bersinggungan dengan Zeus.
Kali ini tidak ada pengejaran yang memenuhi hutan. Hubungan mereka akhirnya terjadi, dan dari hubungan itu lahirlah seorang putra.
Namanya Lakedaimon.
Kelahiran anak itu mengikat Taygete dengan dunia para dewa lebih kuat daripada sebelumnya. Ia mungkin pernah berusaha melarikan diri dari Zeus, tetapi putranya menjadi bagian dari garis keturunan yang kelak memiliki tempat penting di dunia manusia.
Lakedaimon tumbuh dan kemudian menjadi penguasa sebuah wilayah di Peloponnesos. Tanah itu kemudian dikenal sebagai Lakedaimonia, nama yang berasal dari putra Taygete.
Kelak, di wilayah tersebut, Sparta akan tumbuh menjadi salah satu kota paling terkenal di Yunani.
Taygete tidak pernah menjadi ratu Olympus.
Namun melalui putranya, namanya tertanam di bumi.
Ibu Lakedaimon
Lakedaimon kemudian menikahi Sparta, putri Eurotas. Dari pasangan itu lahirlah keturunan yang meneruskan garis keluarga mereka dan memperkuat hubungan nama Lakedaimon dengan wilayah tersebut.
Berabad-abad kemudian, manusia akan mengenal tanah itu sebagai Lakedaimonia.
Namun bagi Taygete, semua itu bermula dari seorang anak yang lahir jauh sebelum nama Sparta menjadi terkenal.
Ia adalah putranya.
Darah Zeus dan Pleiad mengalir di dalam dirinya.
Dan melalui dirinya, Taygete meninggalkan jejak yang tidak akan hilang dari tanah Peloponnesos.
Tujuh Saudari di Langit
Taygete tidak pernah benar-benar terpisah dari enam saudarinya.
Maia menjadi ibu Hermes. Electra menjadi ibu Dardanus, leluhur bangsa Trojan. Alcyone, Celaeno, Sterope, dan Merope juga membawa kisah mereka masing-masing.
Mereka adalah putri-putri Atlas dan Pleione.
Mereka tumbuh bersama, tetapi dunia perlahan membawa mereka ke jalan yang berbeda.
Ada yang menjadi ibu para dewa.
Ada yang menjadi leluhur kerajaan.
Ada yang menemukan cinta.
Dan akhirnya, ketujuh saudari itu meninggalkan bumi.
Mereka ditempatkan di langit sebagai Pleiades.
Taygete menjadi salah satu dari tujuh bintang tersebut.
Cahaya Taygete
Malam turun di atas Peloponnesos.
Di bawah langit yang gelap, pegunungan Lakedaimonia mulai diselimuti bayangan. Tidak jauh dari sana, hutan Keryneia juga telah sunyi. Di antara pepohonan, seekor rusa bergerak perlahan.
Tanduk emasnya menangkap cahaya bulan.
Rusa Keryneia masih hidup.
Ia berlari melewati hutan yang pernah menjadi bagian dari kisah Taygete, bebas dari manusia dan tetap berada di bawah perlindungan Artemis.
Jauh di atas sana, tujuh bintang Pleiades mulai muncul.
Taygete berada di antara mereka.
Ia memandang ke bawah, ke tanah tempat putranya pernah memerintah.
Lakedaimon.
Ia juga dapat melihat hutan yang pernah menjadi tempat pelariannya dan tempat ia meninggalkan rusa persembahannya kepada Artemis.
Dunia terus bergerak.
Putranya telah meninggalkan nama di bumi.
Rusa yang pernah ia persembahkan terus berlari di bawah perlindungan Artemis.
Dan dirinya sendiri telah menemukan tempat di antara bintang-bintang.
Taygete tidak lagi perlu berlari.
Tidak ada Zeus yang mengejarnya.
Tidak ada tempat untuk bersembunyi.
Hanya langit malam yang luas dan enam saudarinya yang bersinar di sisinya.
Di bawah cahaya Pleiades, Rusa Keryneia kembali menghilang di antara pepohonan.
Dan Taygete tetap bersinar di atasnya, menjaga sebuah kenangan yang suatu hari akan kembali muncul dalam kisah seorang pahlawan besar.
