Sterope — Pleiad di Antara Bintang

   
Sterope — Pleiad di Antara Bintang

Sterope — Pleiad di Antara Bintang

Jauh sebelum namanya berada di langit, Sterope hidup bersama enam saudarinya di antara pegunungan. Ia adalah putri Atlas dan Pleione, saudari Maia, Electra, Alcyone, Celaeno, Taygete, dan Merope.

Seperti saudari-saudarinya, Sterope tumbuh dalam keluarga yang masih membawa darah para Titan. Ayahnya, Atlas, memikul langit sebagai hukuman dari Zeus, sementara dunia para dewa telah berubah setelah kemenangan generasi Olympian.

Sterope tidak memiliki ambisi untuk menguasai dunia.

Ia lebih menyukai kehidupan yang tenang bersama keluarganya. Pegunungan menjadi tempat ia berjalan bersama para saudarinya, jauh dari perselisihan para dewa.

Namun kehidupan tenang itu tidak berlangsung selamanya.

Sterope dan Ares

Sterope kemudian memiliki hubungan dengan Ares, dewa perang dan putra Zeus serta Hera.

Hubungan antara seorang Pleiad dan dewa perang itu melahirkan seorang putra bernama Oenomaus.

Kelahiran Oenomaus membawa darah Sterope langsung ke dalam salah satu garis keturunan kerajaan yang kelak memainkan peran penting dalam kisah para pahlawan.

Oenomaus tumbuh menjadi raja Pisa di wilayah Elis.

Ia dikenal sebagai seorang penguasa yang kuat dan memiliki kemampuan luar biasa dalam mengendalikan kuda.

Namun bersama kekuatan itu, Oenomaus membawa sebuah ketakutan.

Sebuah ramalan mengatakan bahwa ia akan mati di tangan menantunya.

Sejak saat itu, kehidupan putra Sterope berubah.

Raja yang Takut pada Takdir

Oenomaus memiliki seorang putri bernama Hippodamia.

Ketika para pelamar datang untuk meminangnya, Oenomaus tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menikah dengan putrinya begitu saja.

Ia membuat sebuah perlombaan kereta.

Setiap pelamar harus berlomba dengannya.

Oenomaus memiliki kuda-kuda yang sangat cepat, pemberian dari ayahnya, Ares. Ia yakin tidak ada manusia yang dapat mengalahkannya.

Aturannya sederhana.

Jika pelamar menang, ia boleh menikahi Hippodamia.

Jika kalah, nyawanya menjadi milik Oenomaus.

Banyak pemuda mencoba.

Mereka semua gagal.

Hingga akhirnya datang seorang pria bernama Pelops.

Ia melihat Hippodamia dan ingin menikahinya.

Namun untuk mendapatkannya, ia harus menghadapi ayahnya dalam perlombaan yang nyaris mustahil dimenangkan.

Pelops dan Hippodamia

Pelops tidak memiliki kuda secepat milik Oenomaus.

Ia membutuhkan cara lain.

Ia kemudian meminta bantuan Hippodamia.

Hippodamia tidak ingin terus hidup sebagai hadiah dalam perlombaan yang selalu berakhir dengan kematian para pelamar. Ia membantu Pelops mencari jalan untuk mengalahkan ayahnya.

Mereka kemudian mendekati Myrtilus, kusir Oenomaus.

Myrtilus bersedia membantu Pelops.

Dalam perlombaan, roda kereta Oenomaus terlepas.

Kereta itu hancur dan Oenomaus jatuh.

Pelops memenangkan perlombaan.

Hippodamia akhirnya menjadi istrinya.

Namun kemenangan itu membawa akibat yang lebih panjang daripada yang mereka bayangkan.

Darah Sterope kini terhubung dengan garis keturunan Pelops.

Dari keluarga itu kelak lahirlah tokoh-tokoh besar seperti Atreus, Thyestes, Agamemnon, Menelaus, dan berbagai tokoh yang akan menentukan jalannya Perang Troya.

Warisan Sterope

Sterope sendiri tidak melihat semua kejadian itu.

Ia tidak melihat Oenomaus menjadi raja.

Ia tidak melihat perlombaan terakhirnya.

Ia tidak menyaksikan Hippodamia menikah dengan Pelops.

Namun melalui putranya, darahnya mengalir ke dalam keluarga yang kelak menjadi salah satu keluarga paling tragis dalam mitologi Yunani.

Agamemnon dan Menelaus, yang suatu hari akan berdiri di tengah kisah Perang Troya, berasal dari garis keturunan tersebut.

Dengan demikian, Sterope menjadi bagian dari rangkaian panjang yang menghubungkan para Pleiades dengan para pahlawan Yunani.

Tujuh Saudari

Sterope tetap memiliki enam saudari.

Maia menjadi ibu Hermes.

Electra menjadi ibu Dardanus, leluhur Troy.

Alcyone menjadi burung laut bersama Ceyx.

Celaeno memiliki keturunan dari Poseidon.

Taygete menjadi ibu Lakedaimon dari Zeus.

Merope menjalani kisahnya sendiri.

Mereka memiliki jalan yang berbeda, tetapi tetap berasal dari keluarga yang sama.

Putri-putri Atlas dan Pleione.

Tujuh saudari yang akhirnya akan meninggalkan bumi dan memperoleh tempat di langit.

Sterope Menjadi Bintang

Ketika para Pleiades akhirnya ditempatkan di langit, Sterope kembali bersama saudari-saudarinya.

Ia tidak lagi berada di bumi.

Tidak ada lagi kerajaan.

Tidak ada lagi perlombaan kereta.

Tidak ada lagi ketakutan Oenomaus terhadap ramalan.

Namun garis keturunannya tetap berjalan.

Di bumi, anak dan keturunannya melanjutkan kehidupan mereka.

Di langit, Sterope tetap bersama enam saudarinya.

Ia menjadi bagian dari gugusan bintang yang sejak zaman dahulu digunakan manusia untuk mengenali perubahan musim dan menentukan waktu perjalanan.

Sterope tidak membutuhkan kerajaan untuk dikenang.

Namanya telah menjadi cahaya.

Malam di Atas Elis

Malam turun di atas tanah Elis.

Di kejauhan, sebuah kereta bergerak melewati jalan tanah. Kuda-kuda berlari dalam kegelapan, membawa seorang pengembara menuju tempat yang belum dikenalnya.

Di atasnya, tujuh bintang Pleiades muncul.

Sterope berada di antara mereka.

Jauh di bawah cahaya itu, darahnya terus berjalan melalui keturunannya.

Oenomaus telah lama tiada.

Hippodamia telah menjadi bagian dari keluarga Pelops.

Dan generasi demi generasi akan lahir setelah mereka.

Kelak, keturunan itu akan membawa nama Sterope ke dalam kisah perang, kerajaan, pengkhianatan, dan tragedi yang lebih besar.

Namun malam itu semuanya masih jauh.

Sterope hanya memandang dari langit.

Enam saudarinya bersinar di sampingnya.

Angin bergerak melewati padang Elis.

Dan tujuh cahaya tetap berada di tempatnya, menjaga kenangan tentang keluarga yang pernah berjalan bersama di bumi sebelum akhirnya menjadi bagian dari langit malam.

Last update
Add Comment