Merope — Pleiad yang Memilih Kehidupan Manusia

   
Merope — Pleiad yang Memilih Kehidupan Manusia

Merope — Pleiad yang Memilih Kehidupan Manusia

Sebelum menjadi salah satu bintang Pleiades, Merope hidup bersama enam saudarinya di antara pegunungan. Ia adalah putri Atlas dan Pleione, saudari Maia, Electra, Alcyone, Celaeno, Taygete, dan Sterope.

Ayahnya, Atlas, adalah Titan yang menanggung langit di atas pundaknya. Keluarga mereka hidup dalam bayang-bayang perubahan besar ketika kekuasaan para Titan berakhir dan para Olympian mengambil tempat mereka.

Namun Merope tidak terlalu memikirkan pertikaian para dewa.

Ia lebih tertarik kepada kehidupan di bumi.

Di antara ketujuh saudari, Merope kemudian menjadi sosok yang paling berbeda. Ketika saudari-saudarinya memiliki hubungan dengan para dewa, Merope memilih seorang manusia.

Namanya Sisyphus.

Sisyphus dari Korinthos

Sisyphus adalah raja Korinthos.

Ia bukan dewa.

Ia bukan Titan.

Namun kecerdikannya membuatnya terkenal bahkan di antara para penguasa dunia manusia. Ia mampu menemukan jalan keluar dari keadaan yang tampaknya tidak mungkin dan sering menggunakan kecerdasannya untuk mempermainkan orang-orang di sekitarnya.

Merope tertarik kepadanya.

Mereka menikah.

Dari hubungan mereka lahirlah seorang putra bernama Glaucus, dan melalui garis keturunan itu nama Merope masuk jauh ke dalam kisah para pahlawan.

Namun menikahi manusia membuat Merope berbeda dari enam saudarinya.

Ia tidak lagi hanya menjadi putri Atlas.

Ia menjadi istri seorang raja manusia.

Putra Merope

Glaucus tumbuh sebagai pewaris Sisyphus.

Ia kemudian menjadi raja Korinthos setelah ayahnya, dan dari garis keturunannya lahirlah Bellerophon, salah satu pahlawan besar Yunani.

Dengan demikian, darah Merope mengalir menuju seorang tokoh yang kelak akan menghadapi Chimera dan menunggangi Pegasus.

Namun sebelum kisah Bellerophon dimulai, Merope harus menghadapi sesuatu yang jauh lebih berat.

Suaminya.

Sisyphus Menipu Kematian

Sisyphus memiliki satu kelemahan yang tidak dimiliki manusia biasa.

Ia tidak mau menerima kematian.

Ketika waktunya tiba, para dewa mengirim Thanatos untuk membawanya ke dunia bawah.

Namun Sisyphus berhasil menipu Thanatos dan mengikatnya.

Selama Thanatos terikat, tidak ada manusia yang dapat mati.

Dunia menjadi kacau.

Orang-orang yang seharusnya meninggal tetap hidup, dan keseimbangan antara kehidupan dan kematian terganggu.

Para dewa akhirnya mengetahui apa yang dilakukan Sisyphus.

Ares datang dan membebaskan Thanatos.

Kematian kembali berjalan.

Dan Sisyphus akhirnya harus menghadapi takdir yang sejak awal berusaha ia hindari.

Namun bahkan ketika dibawa ke dunia bawah, kecerdikannya belum berhenti.

Tipu Muslihat Terakhir

Sebelum kematiannya, Sisyphus telah memberikan pesan kepada Merope agar tidak melakukan upacara pemakaman untuknya.

Ketika ia tiba di dunia bawah, Sisyphus mengeluh kepada Persephone bahwa istrinya tidak menghormati dirinya.

Ia meminta izin kembali ke dunia atas untuk menghukum Merope dan memastikan pemakamannya dilakukan dengan benar.

Persephone mengizinkannya.

Sisyphus kembali ke bumi.

Namun begitu ia kembali, ia tidak berniat pergi lagi.

Ia hidup selama mungkin sampai para dewa akhirnya tidak lagi memberinya kesempatan.

Hermes kemudian datang untuk membawanya kembali ke dunia bawah.

Kali ini Sisyphus tidak dapat melarikan diri.

Ia mendapatkan hukuman yang akan membuat namanya dikenal sepanjang zaman.

Batu Sisyphus

Di dunia bawah, Sisyphus diperintahkan mendorong sebuah batu besar menuju puncak bukit.

Setiap kali batu itu hampir mencapai puncak, batu tersebut akan menggelinding kembali ke bawah.

Sisyphus harus memulainya lagi.

Dan lagi.

Tanpa akhir.

Merope tetap berada di dunia manusia.

Ia telah menikah dengan seorang manusia yang bahkan kematian tidak dapat langsung menundukkannya.

Namun pada akhirnya, Merope kehilangan suaminya dan harus melanjutkan hidupnya sendiri.

Kisah Sisyphus menjadi terkenal.

Namanya dikenang karena kecerdikannya sekaligus hukumannya.

Dan Merope menjadi bagian dari kisah itu.

Pleiad yang Berbeda

Ketika enam saudarinya memiliki hubungan dengan para dewa, Merope memiliki sesuatu yang membuatnya berbeda.

Ia menikahi seorang manusia.

Karena itulah Merope kemudian dikatakan sebagai satu-satunya Pleiad yang menikah dengan manusia.

Kisah itu juga berkaitan dengan bintang Merope yang tampak lebih redup dibandingkan saudari-saudarinya.

Seolah-olah ia menundukkan wajah karena malu meninggalkan kehidupan para dewa untuk seorang manusia.

Namun Merope tidak pernah benar-benar meninggalkan keluarganya.

Ia tetap putri Atlas dan Pleione.

Tetap saudari dari enam Pleiades lainnya.

Dan akhirnya ia juga naik ke langit bersama mereka.

Tujuh Saudari di Langit

Maia telah menjadi ibu Hermes.

Electra menjadi ibu Dardanus dan membawa garis keturunannya menuju Troy.

Alcyone menemukan cinta dan kehilangan bersama Ceyx.

Celaeno memiliki anak-anak dari Poseidon.

Taygete menjadi ibu Lakedaimon dari Zeus.

Sterope menjadi ibu Oenomaus dari Ares.

Dan Merope memilih seorang manusia.

Tujuh saudari itu menjalani jalan yang berbeda.

Namun ketika mereka akhirnya menjadi bintang, tidak ada lagi perbedaan di antara mereka.

Mereka kembali bersama.

Merope berada di antara saudari-saudarinya, tetapi cahayanya tampak lebih samar.

Seakan langit masih menyimpan rahasia tentang pilihannya.

Dari Merope kepada Bellerophon

Garis keturunan Merope tidak berhenti pada Sisyphus.

Putranya, Glaucus, meneruskan keluarga mereka.

Dari garis keturunan itu kemudian lahir Bellerophon.

Ia kelak menjadi salah satu pahlawan terkenal Yunani.

Bellerophon akan menunggangi Pegasus dan menghadapi Chimera, makhluk mengerikan yang tidak dapat dikalahkan oleh manusia biasa.

Ia akan memperoleh kemenangan yang membuat namanya dikenang.

Namun darah seorang Pleiad mengalir di dalam dirinya.

Jauh sebelum Bellerophon lahir, Merope telah memilih kehidupan manusia.

Dan melalui anak serta keturunannya, pilihan itu meninggalkan jejak yang panjang.

Cahaya yang Redup

Malam telah turun.

Enam bintang Pleiades terlihat jelas di langit.

Merope berada di antara mereka.

Cahayanya lebih redup daripada saudari-saudarinya.

Di bawah langit yang sama, dunia manusia terus bergerak.

Di Korinthos, kisah Sisyphus telah menjadi legenda.

Namanya dikenal karena batu yang terus ia dorong di dunia bawah.

Namun Merope tidak berada di sana.

Ia telah meninggalkan kehidupan manusianya dan kembali bersama saudari-saudarinya di langit.

Ia memandang bumi dari kejauhan.

Di sana pernah ada rumahnya.

Di sana pernah hidup suaminya.

Di sana lahir putranya.

Dan dari darah putranya, seorang pahlawan besar kelak akan lahir.

Merope tidak menyembunyikan wajahnya karena malu.

Ia hanya tampak lebih jauh.

Lebih tenang.

Lebih redup.

Di antara enam saudarinya, ia tetap bersinar.

Dan selama Pleiades muncul di langit malam, Merope akan selalu berada di sana sebagai saudari yang memilih seorang manusia, membawa garis keturunannya menuju para pahlawan, lalu akhirnya kembali ke tempatnya di antara bintang-bintang.

Last update
Add Comment